 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | cho-V |
Tuan ... Rakyat ingin bukti bukan janji Rakyat muak pada basa-basi Rakyat bingung arti demokrasi Kenapa kau begitu ambisi?
Tuan ... Beri dana iklanmu pada kami Agar kami bisa menjalani hari Saat kau mengobral janji Jujur raja kami tak peduli
Tuan ... Kami belajar dari pengalaman Sekarang kita menjadi teman Tapi nanti kita menjadi lawan Saat kau terbitkan kebijakan Yang membuat kami tertekan
Tuan ... Kau tak pernah ada Kami tak pernah ada Ini mungkin pilihan terbaik 
 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | cho-V |
Disini ada 1000 dusta Disini ada 1000 dosa Saat angkara murka berkuasa Saat nafsu setan meraja Kami hanya mengelus dada Semoga Tuhan masih ada
Disini uang adalah raja Disini senjata adalah dewa Saat maling menjadi penguasa Saat penipu berbaju santa Kami hanya bisa berdoa Semoga Tuhan berikan cahaya
Negeriku sayang negeriku malang Disini jiwa kami terbuang Apakah nurani harus menghilang? 
 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | cho-V |
Merendehkan hati di bawah telapak kaki Dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya Sampai juga aku mencium tuhan. Mungkin kaki atau telapak Tangannya - tapi aku lebih ingin mengecup dahinya Duhai, hangatnya sampai ke ulu jiwa.
Inilah ciuman pertamaku, setelah berabad-abad Gagal meraihnya dengan beribu rakaat salat dan dahaga puasa Tiada kecerdasan kata-kata yang bisa menjangkaunya Tak juga doa dalam tipu daya air mata -- Duhai kekasih, Raihlah hatiku dalam hangatnya cinta

 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | cho-V |
Aku yang sesaat menepi Dari deru roda hidup yang tak bertepi Menenangkan hati dan mencoba menyepi Kembali membangunkan Nurani tertidur tapi tak mati
Kala Kulihat di sekitarku ini Seribu manusia bergegas dan berlari Menghampiri beribu-ribu mimpi yang teringini bergulat, bergelut dengan apa yang termaui
Tapi satu yang terlihat pasti Mereka sering melupakan kehadirat ilahi Merekat terus berlari tanpa henti Memaksa semua mimpi harus terjadi
Tapi sadarkah mereka ini Samua yang dikejar terkadang hanya sebuah ilusi Yang memaksa dan terus membebani Hati dan nafsu tak akan pernah berhenti
Cobalah sesat berhenti merenung apa yang telah terjadi Apakah semua ini akan ku bawa mati Karena yang hidup tak akan kekal abadi Mari kita kembali mengingat kembali sang ilahi

 | Category: | Books | | Genre: | History | | Author: | cho-V |
Ketika barisan ini belum datang kedesa itu, masyarakatnya terbelakang tanpa celana tanpa baju.
Penduduk patuh pada kepala suku dan pengetua, yang suka berperang dan punya kekuatan bersenjata.
Bukan itu saja kebiasaan menyembah roh nenek moyang, setan, hantu, pohon beringin tempat ramuan dan kembang.
Juga di sini upacara potong kepala manusia jadi sesajian, bagi dewa-dewi pengawal huma dan jadijadian.
Bergumul pikiran baru mengubah keterbelakangan begini, dengan membuka mata mengorganisir mereka berdiri. 
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | puisi |
Aku adalah raga yg bebas,,
Bebas dari apapun,,
Apapun yg aku suka apapun ya aku tidak suka,,
Aku bebas,,dari emosi emosiku,,
Kini dengan hati yang tlah beku,, aku akan berjalan semauku,,
Karena aku terlahir dari kebebasan Aku tak mau terikat dariku Dan aku ingin lepas dari Aku Kesejatian lahir dari jiwa yang terlepas dari nurani Kemerdekaan adalah sebuah kebesan dari aku Aku tak mau terbelenggu dariku Jika Aku tak akan pernah dapat terbebas dari Aku Aku ingin membunuh diriku Tak perlu aku mengejar untuk aku Karena aku raga yang bebas dan harus mati Sehingga tercapai kesejatian
Kesejatian adalah sebuah,,,
Keinginan seluruh dari murninya emosi2ku,,

 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraan Taman hati berwarna warni Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
Badan terasa sejuk... Segar tak terkirakan Rumput selaput nadi bergoyang lembut Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jantung menukik pelan Hinggap di pohon tulang iga putih Matanya melihat kearah taman hati Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang Bersenda gurau diangan yang tinggi Hati pun gembira... Jiwa pun lega...
Ya Allah... Abadikan keadaan ini Agar menjadi pedoman Bagi hati yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang Alam jiwa bergembira ria Serentak... Jiwa0jiwa riang berdansa di sekitar taman hati Oooh... Indahnya fantasi cinta 
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
Di malam sepi ini yaa Allah… Hamba kembali mengadu padamu Mengadu deru rindu hati ini tak habis-habis…
Yaa Allah.. Betapa merindu dendam ini hati Ingin segera sua Bersama orang-orang tercinta Kemuliaan hati selalu teruntuk ibu hamba Penghargaan teruntuk bapak hamba Kakak yang hamba sangat menyayanginya Serta adik-adik yang begitu hamba cinta Jauh disana, didesa...
Yaa Allah.. Siapa saja yang sua hari ini dengan mereka Sampaikan salam sebaik salam yang diajarkan rasulullah teruntuk mereka… “…Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh….” Berikan senyum cerah diwajah mereka Menitip sejuta rindu tiada terkira Sampaikan betapa merindu dendam ini jiwa Betapa tangis mengingat ibu hamba Orang yang sangat berpengaruh dalam hidup hamba Menepuk tiap tetes air mata teruntuk mereka Duhai seluruh dunia…. Biarkan semua tahu betapa hamba ini mencintai mereka Mengharap kebaikan senantiasa bersama mereka Tolong sampaikan saat jumpa mereka
“Yaa Allah… Beri mereka kebaikan didunia dan keselamatan diakhirnya Beri jalan terbaik teruntuk kebahagiaan mereka “...Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani saghiiroo...” “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil... ” Di malam berselimut rindu nan membara Semoga Allah senantiasa memberi mereka barakah Dengan hidup bersama kemuliaan sesungguhnya Mengisi tiap nafas dengan amalan dan ilmu yang mulia Dan berbahagia denganya “Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung-jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (Raja) adalah pemimpin, laki-laki pun pemimpin atas keluarganya, dan perempuan juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya, ingatlah bahwa kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dari shabat Ibnu Umar)
Yaa Allah... Jadikan hamba seorang yang amanah Teguhkan diri hamba Beri kekuatan pada bibir hamba Berikan kewibawaan dihadapan mereka Beri ketegasan pada sikap hamba Cukupkan harapan mereka ada pada diri hamba
Yaa Allah… Selamatkan diri hamba Selamatkan jua mereka Sampaikan betapa hamba begitu mencinta Cinta teruntuk kebaikan dan keselamatan mereka Sadarkan bahwa dunia ini hanyalah sementara Akankah kita tanam kebun nan mulia ataukah kita dihinakan sia-sia bersamanya Sedang kemuliaan adalah sebaik-baik amalan yang Engkau terima Beri hamba ilmu yaa Allah Ajarkan jua mereka
Ya Allah… Sekali lagi (dan selalu) hamba mengaku begitu banyak dosa dan kekurangan Ilhamkan pada diri hamba cara berakhlak yang lebih baik lagi kepada mereka
Ya Allah, dengan segala kemurahan-Mu... Yang dari ujung timur dan barat hanyalah milik-Mu Hamba memohon jangan murkai mereka sekiranya mereka lalai Maafkan mereka… Segera tegur mereka ya Allah dengan segala rahmat-Mu Beri mereka jalan taubat segera Menuju keridhaan-Mu
Ya Allah… Karuniai hamba kekuatan untuk senantiasa berbakti dan memuliakan mereka Engkau maha tahu ya Allah... Bahwa hamba begitu mencintai mereka mengharap rahmat-Mu Sampaikan rasa cinta hamba begitu dalam Dari bibir ini yang sering tak sanggup mengucapkan Katakan kepada mereka dengan cara terbaik-Mu "Betapa hamba mencintai mereka" Mencintai kebaikan bagi mereka
Yaa Allah Hamba malam ini sekali lagi menangis memohon kemurahan-Mu Menghaturkan kelemahan diri hamba Kuatkan diri hamba dengan segala beban dipundak hamba Teguhkan diri hamba di dunia Buat diri hamba benar-benar berharga Hamba takut hanya menjadi buih didunia yang sementara…
Yaa Allah hamba ini lemah… Begitu lemah… Beri jalan terbaik untuk diri hamba

 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
Hembusan nafasnya sadarkanku... Dalam buai-buai mimpi Kabarkan aku wahai angin... Tuk ucapkan salam padanya..
Allaahu Akbar... Allaahu Akbar... Allaahu Akbar...
Subhaanallaah.. Subhaanallaah... Subhaanallaah...
Ya Robb... Puji syukur atas rahmatmu.. Hiasi taman-taman kehidupanku... Dalam tiap limpahan rahmat-Mu..
Jiwa ragaku terlalu rapuh Tuk ingat semua kebesaranmu.. Dalam tipuan mata kehidupanku... Kau rela tunjukkan keagungan-Mu..
Berdesir aliran darah dalam tubuhku ini.. Mebgalir deras bak tsunami menerjang.. Kau tlah lindungi kehinaan diri ini.. Dari tiap-tiap segala amarah-Mu...
Ya Robb... Pantaskah lumuran dosa ini ku bawa... Pantaskah kehinaan diri ini ku persembahkan...
Sujud syukur keharibaan-Mu.. Tlah sadarkan aku apa arti semua ini... Dalam sisa-sisa nafasku ini.... 
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
kata-kata kalimat-kalimat bisikan-bisikan aku telah dengar semua bagai embun dipagi yang hujan tak berarti apa karena aku bukan lagi batu yang mudah kau pecahkan aku bukan lagi besi yang mudah kau leburkan kini aku air yang tak mudah kau hancurkan apipun hanya sekedar mendidhkan dan menguapkanku apalagi hanya sekedar kata, kalimat dan bisikan kukatakan tidak dan sekali lagi tidak untukmu dan kesiapapun 
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
inginku memasuki relungku… hingga setiap sudut-sudut qolbuku biar mata ini puas memandangku kelopaknya banjiri sudut qolbuku memakak menyibak glimpang mendung ya Allah…ya Robbi… keburukan hati ini telah memasuki hingga tak sama sekali menyimpan sebenihpun kebijakan mengakahi menara yang bermoral dosa egois…radikalis… memboikot wasiat alimku begitu sombongnya aku…ya Allah hanya bayangan arsyMU pantaskah ku dengan hati begitu kerdil imanku ini lemah…tak berdaya tapi,mengapa…? Mengapa ku tak bisa Menerima penyejuk Dari pewaris nabi-nabiMU Ya Allah….kami kasihMU Kini telah berhijrah ke barzah Sesalku tak berbuntu Hingga rinduku tak terpilu Ya Allah….Ku titih pesan-pesanMU Hingga ku temui titik tobatku

 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | muhyiddin el-falanjy |
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku

| |